SUDUT KALTIM

Kepala Disdikbud Kutai Timur Mulyono Tegaskan Larangan Sekolah Berjualan Buku Pelajaran

SudutKaltim.com – Dinas dan Kebudayaan (Disdikbud) () telah mengeluarkan larangan tegas terhadap semua satuan di daerah tersebut untuk tidak memperjualbelikan buku pelajaran. Langkah progresif ini bertujuan menghapuskan komersialisasi dalam pendidikan dan memastikan akses yang merata serta adil bagi semua siswa.

Larangan ini mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kepala Disdikbud , , menjelaskan bahwa kebijakan ini didasari oleh komitmen pemerintah kabupaten untuk menjamin setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar.

“Kami telah menyediakan buku wajib pelajaran yang dapat diakses secara gratis di perpustakaan sekolah. Ini adalah upaya kami untuk memastikan bahwa setiap siswa memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar,” ujar dalam wawancara baru-baru ini.

Tidak hanya sekolah, koperasi yang berada di lingkungan sekolah juga tidak luput dari larangan ini. telah memberikan instruksi kepada semua koperasi sekolah untuk tidak memperjualbelikan buku pelajaran. “Koperasi sekolah pun kami larang untuk menjual buku. Walaupun koperasi mungkin tidak mewajibkan pembelian, keberadaan buku di koperasi dapat memberikan tekanan tersendiri kepada siswa untuk membeli,” tambahnya.

Namun, memberikan keleluasaan kepada orang tua dan siswa jika mereka ingin membeli buku pendamping di luar sekolah, seperti di toko buku. Kebijakan ini memberikan ruang bagi siswa yang ingin memperkaya pengetahuan mereka dengan referensi tambahan.

Mulyono menegaskan bahwa pihaknya akan terus memantau pelaksanaan kebijakan ini dan tidak akan ragu untuk memberikan sanksi tegas kepada pihak-pihak yang melanggar. “Kami berharap semua sekolah dan koperasi memahami serta menaati aturan ini. Jika ada yang melanggar, kami siap memberikan sanksi yang sesuai,” tegasnya.

Baca Juga  Wisuda STIENUS 2023: Bupati Ardiansyah Dukung Kontribusi Wisudawan dalam Pembangunan Daerah

Kebijakan ini disambut baik oleh masyarakat Kutim, yang melihatnya sebagai langkah penting untuk meringankan beban finansial orang tua dan memastikan bahwa pendidikan tetap menjadi hak setiap anak tanpa adanya diskriminasi ekonomi. Mulyono menambahkan bahwa dukungan dan kerjasama dari semua pihak sangat diperlukan untuk suksesnya kebijakan ini.

Dengan larangan ini, diharapkan bahwa tidak ada lagi siswa yang merasa terbebani oleh kewajiban membeli buku pelajaran di sekolah. Langkah ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dengan menyediakan bahan ajar yang merata dan dapat diakses oleh seluruh siswa tanpa terkecuali. (ADV/ )

Related posts

Ery Mulyadi: Keterbukaan Informasi, Keniscayaan untuk Transformasi Digital di Kutim

Redaksi

Kurang Dari 48 Jam, Komplotan Perampok Lintas Provinsi Dibekuk Jajaran Polres Kutai Timur

Redaksi

Kunjungan Bupati Kutai Timur ke Kaubun, Groundbreaking SPAM dan Penyerahan Bantuan Ambulans

Redaksi
Sorry this site disable right click
Sorry this site disable selection
Sorry this site is not allow cut.
Sorry this site is not allow copy.
Sorry this site is not allow paste.
Sorry this site is not allow to inspect element.
Sorry this site is not allow to view source.

You cannot copy content of this page