SUDUT KALTIM

Miris! Balita di Kutim Mengidap Penyakit Menular Seksual Usai Dicabuli Paman

Sudutkaltim, – Seorang anak perempuan berusia 5 tahun di mengidap penyakit menular seksual akibat yang dilakukan oleh pamannya sendiri.

Perbuatan tercela tersebut terjadi di rumah pelaku berinisial A (18) di wilayah Kecamatan , pada September 2023 lalu. Pelaku merupakan paman korban yang tinggal tidak jauh dari rumah korban. Pelaku melancarkan aksinya dengan modus meminjamkan handphone pada korban untuk menonton film kartun. Ulah bejat tersebut terjadi sebanyak dua kali.

“Si pelaku pada saat itu memberikan handphone agar korban menonton kartun. Kemudian pelaku mencabuli serta dilanjutkan menyetubuhi korban. Jadi persetubuhan itu dilakukan dua kali di hari yang sama tapi di jam berbeda,” ungkapnya AKP Dimitri Mahendra pada press release Jumat siang (19/1/2024).

Kasus ini terungkap setelah polisi menerima laporan dari orangtua korban. Pelaku kemudian ditangkap dirumahnya pada Selasa (16/1).

“Setelah kejadian kami mendapatkan laporan dari masyarakat terutama orang tua korban. Menurut informasi dari orang tua korban, pelaku adalah pamannya korban karena usai kejadian korban menceritakan kejadian itu ke ibunya,” ungkapnya.

Dari press release tersebut juga terungkap fakta bahwa pelaku tega memperkosa keponakannya lantaran tak kuat menahan hawa nafsu akibat sering menonton film porno. Pelaku memiliki penyakit menular seksual lantaran kerap berhubungan badan dengan pasangan yang berbeda-beda.

“Motifnya hasrat seksual. Pelaku ini suka gonta-ganti pacar makanya dia punya penyakit,” lanjut Dimitri.

Melalui tersebut, pelaku menularkan penyakit seksual terdsebut kepada korban. Korban kini berada di rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif akibat penyakit yang dideritanya. (MR)

Related posts

Di Berau, Operasi Antik Ungkap 18 Kasus Peredaran Narkoba

Admin

Ringkus Pelaku Penyalahgunaan Narkotika, Ditresnarkoba Polda Kaltim Amankan 1 Kilo Gram Sabu

Admin

Kawal Proses Dugaan Ujaran Kebencian Terhadap Suku Karo, Ketua LKE Pertanyakan Netralitas Penyidik

Admin

You cannot copy content of this page